Alimrois's Blog

perawat rsud demak

jangan keluar ya dik…. 29/06/2011

Filed under: aktivitas harian — alimrois @ 19:07

Mungkin ini adalah hal biasa, tapi untuk malam ini terasa ada yang berbeda. Ceritanya adalah saat aku harus merujuk pasien dengan kasus kebidanan dengan partus macet. Dari pemeriksaan yang dilakukan dokter didapat pasien G1P0A0 dengan pembukaan lengkap namun kepala masih tinggi. Setelah dilakukan konsul pada dokter Obsgin-nya, disarankan untuk dirujuk keRS lain.
Nah saat inilah masalah mulai muncul,dimana salah satu dari kami perawat IGD harus mengantar pasien tersebut,sedangkan seperti yang sudah berjalan yang merujuk adalah bidan IGD yang notabene sedang prajabatan sehingga tidak masuk kerja selama 3minggu. Setelah dipastikan RS yang akan dituju adalah RS Karyadi,dari dokter berinisiatif untuk minta bantuan pada bidan ruang inap bersalin agar apabila terjadi suatu hal diperjalanan semisal si ibu melahirkan dijalan dapat ditangani. Namun ternyata bidan ruang inap bersalin tidak bersedia karena sedang banyak pekerjaan yaitu adanya 2pasien inpartu dan 1pasien perdarahan post partum,akhirnya mereka menyarankan untuk memerintahkan seorang anak praktikan akbid semester 4 yang menurut mereka sudah pernah menolong partus atau persalinan. Namun usut punya usut ternyata si anak praktekan tersebut hanya pernah partus pandang atau hanya pernah berkali-kali melihat bidan menolong persalinan. Tau hal tersebut membuat kami perawat IGD tertawa karena kalau hanya partus pandang kami perawat IGD pun tidak asing lagi,bahkan ada seorang dari kami yang nyeletuk,”kalau gitu ya ga Cuma dia(anak praktikan),si Agus(tenaga pengirim pasien)juga sering melihat partus”mendengar hal itu kami pun tertawa kegelian.
Akhirnya aku memberanikan diri untuk merujuk pasien tersebut dengan didampingi anak praktikan tadi.dengan di iringi celotehan dari teman yang lain semisal ada yang bilang,”ntar kalau mau lahir dijalan ya belokkan saja keRS,rumah bersalin terdekat,kalau adanya pengobatan alternative juga tidak apa-apa”aku jawab,”kalau pengobatan alternative emang mau diakupuntur?”sambil aku masuk kedalam ambulan.
Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya aku dan adik praktikan tadi berkata pada ibu tersebut untuk tidak mengeran atau mengejan, dikhawatirkan bisa terjadi gangguan pada bayi karena bias mengakibatkan kaput atau benjolan pada kepala bayi karena dipaksakan untuk lahir atau juga menghindari jangan sampai si bayi lahir dijalan. Setengah perjalanan,turun hujan yag sangat deras yang semakin membuat perjalanan malam itu lebih dramatis dengan didiringi rintihan dan suara erangan dari si ibu ketika merasa kontraksi perutnya.kami hanya berdo’a semoga tidak terjadi apa-apa semisal lahir di jalan.
Alhamdulillah akhirnya sampai juga diIGD RS Karyadi,kemudian kami bawa masuk pasien tersebut dan diterima oleh petugas yang berjaga, lalu kami pun dengan lega meninggalkan Rs Karyadi.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s